Pada hari Sabtu, 17 Januari 2028, MIS Darul Khairat melaksanakan kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan murid MIS Darul Khairat sebagai bentuk pembinaan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta peneladanan terhadap perjuangan Rasulullah SAW.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan amaliah pagi yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Amaliah pagi ini menjadi pembuka yang menumbuhkan suasana religius dan mempersiapkan hati para peserta didik untuk mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya dengan tertib dan penuh kesungguhan.
Setelah amaliah pagi, acara dilanjutkan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di lingkungan MIS Darul Khairat. Acara ini menghadirkan penceramah Bapak Syamsudin, S.Pd.I., yang menyampaikan tausiah dengan tema hikmah dan pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Dalam ceramahnya, Bapak Syamsudin, S.Pd.I. menjelaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali merenungi perjalanan spiritual dan perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya perjalanan luar biasa yang terjadi dalam satu malam, tetapi juga mengandung pelajaran mendalam tentang keimanan, ketaatan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Beliau memaparkan bahwa Isra Mi’raj diawali dengan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan naik ke Sidratul Muntaha (Mi’raj) untuk menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT. Peristiwa agung ini menjadi bukti kebesaran Allah SWT serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya. Salat yang diwajibkan dalam peristiwa tersebut merupakan tiang agama dan sarana utama dalam membentuk kepribadian muslim yang beriman dan bertakwa.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, yaitu setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib. Pada masa tersebut, Rasulullah SAW menghadapi berbagai bentuk penentangan, penghinaan, dan permusuhan dari kaum Quraisy. Namun demikian, Nabi Muhammad SAW tetap menunjukkan akhlak yang mulia, kesabaran yang luar biasa, serta keteguhan iman yang tidak tergoyahkan. Beliau membalas keburukan dengan kebaikan, kelembutan, doa, dan keteladanan.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, seluruh peserta diajak untuk meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan kebenaran serta menumbuhkan semangat keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa Isra Mi’raj mengajarkan bahwa setiap kesulitan akan selalu disertai pertolongan Allah SWT bagi hamba-Nya yang bersabar, berusaha, dan berserah diri.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan guru dan murid MIS Darul Khairat mampu memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah khususnya salat, serta mengamalkan nilai-nilai Islam secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat
