HABAR DARUL KHAIRAT, 14 Oktober 2026 — Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Khairat mengikuti kegiatan Lokakarya Mini Triwulanan Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh Puskesmas Beruntung Raya, Kota Banjarmasin, pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Beruntung Raya ini menjadi forum koordinasi lintas sektor untuk membahas permasalahan kesehatan masyarakat sekaligus mengevaluasi capaian program kesehatan sepanjang tahun 2026.
Lokakarya ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, lembaga pendidikan, serta unsur terkait lainnya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam sesi diskusi mengenai permasalahan kesehatan dan capaian program Puskesmas Beruntung Raya, Kepala MI Darul Khairat turut menyampaikan pandangan dan pengalaman madrasah terkait salah satu kendala yang mempengaruhi capaian program imunisasi, yaitu masih adanya orang tua murid yang belum menyetujui anaknya untuk mendapatkan imunisasi.
Menurutnya, dukungan orang tua memiliki peran penting dalam keberhasilan program imunisasi pada anak usia sekolah. Penolakan atau ketidaksetujuan sebagian orang tua menjadi salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian bersama agar pelaksanaan program kesehatan di lingkungan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Kepala MI Darul Khairat juga menjelaskan bahwa pihak madrasah telah melakukan berbagai upaya sosialisasi dan edukasi kepada orang tua murid melalui kerja sama dengan petugas Puskesmas Beruntung Raya. Sosialisasi tersebut tidak hanya dilakukan dalam pertemuan khusus dengan orang tua, tetapi juga telah disampaikan pada kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATSAMA) bagi murid baru.
Selain itu, pihak madrasah turut memanfaatkan pertemuan orang tua murid sebagai sarana untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi bagi kesehatan dan perlindungan anak. Melalui kegiatan tersebut, orang tua diberikan kesempatan untuk memperoleh informasi, menyampaikan pertanyaan, serta mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan imunisasi di lingkungan madrasah.
Upaya ini menunjukkan bahwa MI Darul Khairat telah berusaha membangun komunikasi dan kerja sama dengan tenaga kesehatan guna meningkatkan pemahaman orang tua mengenai manfaat imunisasi. Meskipun demikian, masih diperlukan pendekatan yang berkelanjutan agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan mendorong meningkatnya dukungan orang tua terhadap program kesehatan anak.
Dalam forum tersebut, penguatan koordinasi antara pihak madrasah dan Puskesmas menjadi hal penting untuk terus ditingkatkan. Pendekatan edukatif, komunikasi yang terbuka, serta penyampaian informasi kesehatan yang jelas diharapkan dapat membantu menjawab kekhawatiran orang tua dan mengurangi hambatan dalam pelaksanaan program imunisasi.
Kegiatan Lokakarya Mini Triwulanan Lintas Sektor ini juga menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta merumuskan langkah tindak lanjut sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, MI Darul Khairat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kesehatan di lingkungan pendidikan. Madrasah tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melindungi tumbuh kembang anak.
Diharapkan, kerja sama yang telah terjalin antara MI Darul Khairat dan Puskesmas Beruntung Raya dapat terus diperkuat melalui sosialisasi yang berkesinambungan, pelibatan orang tua, serta koordinasi yang lebih intensif. Dengan demikian, berbagai kendala dalam pelaksanaan program imunisasi dapat ditangani secara bersama-sama demi mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya.
